Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Spektakuler! Satu kata itu deh yang kuberikan untuk menggambarkan pemandangan yang tampak dari Balcony of Europe. Aku merasa betul-betul nggak rugi datang ke tempat ini, tempatnya betul-betul cantik, persis kaya foto-foto di websitenya. Kalau dibandingkan dengan pantai di pulau Bali, keduanya sama-sama cantik, masing-masing menawarkan keunikan tersendiri. Nggak heran kalau Balcony of Europe ini disebut sebagai ‘heart of Nerja’. Karena kecantikannya semua turis pasti pada kesitu. Sebelum sampai ke Balcon, tempat memandang lepas ke pantai dan ke gunung Sierra Almijara, kami melewati boulevard palm dengan beberapa kereta kuda lagi parkir. Duh, romantis banget deh suasananya. Sayang disayang cuaca betul-betul hot, mungkin lebih dari 40 derajat C. Alhasil kami nggak kuat berlama-lama di atas balcon. Uniknya lagi di atas balcon terpasang meriam kuno (yang dulu katanya dipakai untuk melawan bajak laut dan invaders). Di dekat meriam itu juga ada patung lelaki tua entah patung siapa, raja jaman dulu mungkin atau pengawalkah? Setelah mencoba googling aku tetep nggak nemu identitas si patung.

Lanjut Baca »

Baru jam 11 Malam kami sampai di hostal Abril Nerja, tempat kami menginap, tapi pukul 9.00 pagi, kami sudah harus check out. Kami memang hanya akan menghabiskan satu hari saja di Nerja. Jadi setelah check out, koper kami titipkan dalam hostal. Biasanya tiap hotel sudah punya ruangan khusus untuk menyimpan koper para tamu. Koper ini nanti akan kami ambil setelah kami puas keliling Nerja sebelum kemudian berangkat ke Granada. Untungnya hostal Abril ini hanya 100 m saja jaraknya dari halte bus, jadi kami tak terlalu repot menggeret koper-koper kami.

Lanjut Baca »

Malaga yang Cantik

Wow! Ternyata Malaga kota yang cantik! Kota ini merupakan kota pelabuhan yang bersih dan terawat. Disana-sini banyak pohon palm yang membuat suasana jadi romantis. Aku tea si ‘palm lovers’, jadi betah bener memperhatikan kota ini. Pablo Picasso, sang pelukis terkenal lahir di kota ini. Di kota ini banyak terdapat museum, salah satunya museum Picasso tentu saja. Karena Malaga adalah kota di tepi laut, tapi juga dikelilingi gunung-gunung, maka cuaca di Malaga termasuk ‘the best weather’ di Eropa.

Lanjut Baca »

Persiapan

Liburan summer ke Spain kali ini sungguh berbeda. Kami seperti diperlihatkan dua kutub yang berlawanan. Kami melakukan perjalanan dengan rute: Groningen-Bremen-Malaga-Nerja-Granada-Cordoba-Madrid-Barcelona. Andalucia (Nerja, Malaga, Granada dan Cordoba) sungguh cantik. Di Cordoba dan Granada kami seperti melakukan sebuah pilgrimage yang mengharukan. Sementara Madrid dan barcelona seperti menawarkan kesenangan dunia yang entah berujung kemana.

Lanjut Baca »

Hannoverian Elector and King melukiskan keindahan taman Perancis dan Inggris gaya baroque (abad 17-an) ke atas permadani 135 hektar Herrenhausen Garten. Jadilah empat taman dan botanical garden yang luas yaitu Grosser Garten, Georgengarten, Berggarten, dan Welfengarten.


Grosser Garten

Jika kita melihat dari angkasa, benar-benar kita seperti memandang permadani dengan motif yang indah membentang di taman itu. Dasar hijau dengan corak warna putih, kuning, merah, mengingatkanku pada ukiran kursi di ruang kepresidenan. Namun sayang saat itu hanya warna coklat dan pohon-pohon tanpa daun yang tertoreh.

Lanjut Baca »

Mengapa keju utuh berbentuk bulat? Mengapa pula keju sering tampak berlubang-lubang? Bagaimana sih cara membuat keju? Betapa sering aku melihat dan memakan keju. Tapi apakah pertanyaan-pertanyaan di atas pernah terlintas di kepalaku? Aku kan tinggal di negeri keju, mestinya tahu dong. Ah, sayangnya tidak. Mana sempat aku memikirkan proses panjang makanan yang masuk ke mulutku. Saat makan bersama anak-anak yang ada di pikiranku hanya bagaimana caranya agar anak-anak bisa cepat selesai makan dan aku bisa segera beristirahat. Duh sayang, padahal mengetahui asal usul makanan mungkin bisa membuka mata hati anak-anakku tentang pentingnya sebuah proses dalam menjalani hidup ini. Untungnya, di kota Alkmaar ada museum keju. Museum memang tak semenarik mall, tapi taburan ilmu tersimpan disana. Karena itu lah aku, suami dan anak-anakku pergi mengunjunginya.

Lanjut Baca »

Setiap hari Jumat, lapangan di depan bangunan kuno di pusat kota Alkmaar menjadi serupa magnet. Ia menyedot perhatian pengunjung. Orang-orang yang turun dari stasiun kereta api Alkmaar, umumnya segera menengok ke kanan dan ke kiri mencari peta. Mereka menunjuk-nunjuk tempat yang sama, dan akhirnya pergi ke arah yang sama pula, termasuk aku, suami dan anak-anakku. Kemana lagi kalau bukan ke pusat magnet itu, pasar keju.

Lanjut Baca »

Kami baru turun dari metro di Noisy Champ ketika tiba-tiba seorang anak lelaki negro tersandung dan terjatuh di depan kereta dorong Malik. Kejadian itu begitu cepat dan tentu saja anak-anakku menyaksikan semuanya. Bapak anak berkulit legam itu tiba-tiba datang. Tanpa ba bi bu ia langsung menampar dan menyeret anak itu. Tarikannya teramat kasar diikuti dengan teriakan marah pula. Aku terkesiap. Ada yang tergores di dada ini melihat wajah kesakitan anak itu. Kemarahannya seperti si anak habis mencuri saja, padahal semua tak sengaja. Malik dan Lala hanya bisa melongo, begitu juga aku. Tapi aku tak bisa membiarkan kejadian ini terekam begitu saja di kepala anak-anakku.

Ber3-di-metro.jpg
Di dalam metro Lanjut Baca »

Berpose di tengah jalan besar dengan mobil berseliweran di kanan kiri? Hmm seru deh. Malam itu kami nekat melakukannya. Anak-anak pun kami bela-belain ditinggal di pinggir jalan. Tapi tentu saja masih eye catching. Setelah berkeliling seharian hingga menunggu gelap karena ingin melihat Champs-Elysees dan Eiffel di tengah malam, akhirnya pemandangan yang luar biasa cantik itu kami lihat juga.

Champs-elysees-ayahbunda.jpg
Arc de Triomphe dari Champs-Elysees Lanjut Baca »

Ada apa dengan Eiffel? Mengapa menara Eiffel dijadikan simbol kota Paris? Begitu pertanyaan yang terlontar dari mulut kami ketika menyaksikan turis-turis dari berbagai negara menyemut di taman hijau Champs-de-Mars–kawasan hijau di bawah menara Eiffel. Antrian untuk naik ke menara Eiffel pun begitu panjang. Dari arah mana saja mata memandang, menara Eiffel memang tampak mempesona. Tak kurang dari 6 juta orang mengunjungi tempat ini setiap tahunnya. Apalagi dengan taman klasik dan rumput hijau yang terbentang dari menara Eiffel hingga sekolah militer, semua membuat kawasan tersebut terlihat semakin indah. Taman klasik ini dihiasi boulevard dengan pohon-pohon yang tertata apik berbentuk persegi panjang. Dari sisi lainnya, sungai Seine terbentang, membelah jalan antara menara Eiffel dengan Palais de Chaillot. Menara Eiffel berdiri kokoh bagaikan raksasa kehausan yang ingin melepas dahaga sejenak di sungai Seine. Eiffel-keluarga.jpg Lanjut Baca »

Tulisan Sebelumnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.